Annisa duduk termenung, kejadian di pesantren membuatnya sadar, selama ini Ummi Fatimah bicara kasar hanya untuk meluapkan kekesalannya. Bukan sepenuhnya membenci dirinya dan semua itu karena Bunda nya sendiri. Dirga merangkul istrinya, memberikan kecupan singkat di kening Nisa, Dia juga tidak menyangka jika Citra, adik yang baru dia temukan itu terlibat dalam masalah ini. Sekarang urusannya bak benang kusut, semakin ribet dan runyam. dari permasalahan ini, korban yang sesungguhnya adalah Ummi Fatimah dan Annisa. Dan akar permasalahan ada di Bunda Azha juga Kiai Rahmat beserta Citra. “Astaghfirullah, kenapa bisa seperti ini, Bang? kenapa Bunda sampai sejauh ini." Lirih Nisa yang benar-benar merasakan kekecewaan pada Bunda nya. Dirga memejamkan matanya. Dia juga tidak tau, selam

