Kebersamaan Ina dan Papanya

2504 Kata

Langit Singapura menjelang siang itu tampak bersih dan cerah, tapi angin yang bertiup dari arah timur membuat udara terasa gerah. Suara kendaraan yang lalu lalang dari kejauhan dan riuh rendah orang berlalu - lalang di trotoar jadi latar belakang sunyi ketika Ina dan Papanya melangkah dari taman menuju restoran kecil yang tidak jauh dari tempat mereka duduk tadi. Taman itu saksi bisu pembicaraan dua hati yang sempat terpisah belasan tahun. Mereka sama - sama sadar, tak ada cukup waktu untuk menuntaskan semua yang tertunda, tapi hari itu, langkah pertama sudah diambil. Ina melirik jam tangan, lalu mengajak papanya makan siang. "Kita cari makan dulu yuk, Pa. Perut udah konser dari tadi." "Iya, papa juga lapar." Mereka masuk ke restoran kecil bergaya kontemporer, dengan lampu gantung berg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN