Bab 102. Dua Hari Tanpa Cahaya

1119 Kata

Tanpa terasa, dua hari sudah berlalu sejak Adnan terbaring di ruang ICU. Dua hari yang bagi Indira dan keluarga terasa seperti dua tahun penuh derita. Setiap detik yang bergulir hanyalah rangkaian doa, harapan, dan air mata. Namun, kondisi Adnan tetap sama—masih kritis, belum ada tanda-tanda membuka mata, apalagi merespons suara-suara penuh cinta yang memanggilnya setiap kali mereka menengok lewat kaca pembatas. Indira tampak semakin lesu. Wajahnya pucat, tubuhnya agak kurus karena hampir tak makan, hanya meneguk air putih sekadarnya. Kantung mata hitam membingkai tatapannya yang kosong. Namun, ia tetap memaksa berdiri tegak, menyambut siapa pun yang datang menjenguk. Satu per satu para karyawan perusahaan milik Adnan berdatangan. Ada yang datang sendiri, ada yang berkelompok. Mereka mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN