Di luar ruang ICU, Mama Olivia dan Papa Banyu duduk dengan wajah penuh duka. Saat mendengar kabar Ian harus dirawat, hati mereka semakin remuk. “Ya Allah … cucu sekecil itu harus merasakan derita ini. Anakku koma, cucuku sakit,” ucap Mama Olivia, suaranya parau. Papa Banyu merangkul bahu istrinya. “Liv, kita harus kuat. Indi sudah terlalu hancur. Jangan sampai dia jatuh juga. Kita harus jadi sandarannya.” Mereka saling menggenggam tangan, berdoa dalam hati. Sementara itu, Indira masih di samping ranjang Ian, mengusap lembut wajah anaknya yang perlahan tertidur dengan bantuan obat penurun panas. Ia mengecup kening Ian. “Tidurlah, Nak. Mama janji … besok kamu lihat Papa.” Air matanya jatuh tanpa henti. Dalam benaknya, ia berdoa: Ya Allah … jika Engkau tak izinkan aku bahagia bersama cal

