Bab 104. Tolong Selamatkan Suamiku!

1210 Kata

Lorong ICU mendadak riuh oleh bunyi alarm monitor yang meraung kencang. Lampu indikator menyala merah, menusuk mata semua yang berada di dalam ruangan. Indira yang tengah duduk di kursi roda, memangku Ian dengan tubuh lemah, sontak berteriak histeris. “Mas!!! Jangan pergi!!! Tolong selamatkan suamiku!!!” Suaranya serak, penuh kepanikan, tubuhnya bergetar hebat. Dan, tidak menyadari menyebut kata ‘suami.’ Ian yang berada di pangkuannya. ikut terkejut. Bocah mungil itu menangis sejadi-jadinya, wajahnya memerah karena ketakutan. “Papa!!! Papa jangan pelgi!!!” tangisnya cadel, memeluk boneka dinosaurus sambil menatap tubuh papanya yang terbaring dengan alat-alat medis. Haru dan panik bercampur menjadi satu. Indira berusaha bangkit dari kursi roda, namun tubuhnya begitu lemah. Ia hanya bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN