Jarum jam dinding ruang tamu Oma Widya berdentang tujuh kali. Suara detaknya berpadu dengan aroma masakan yang mulai menyeruak dari dapur. Lampu gantung kristal di langit-langit ruang utama menyala terang, memantulkan cahaya hangat ke seluruh ruangan. Dari arah depan rumah, suara mesin mobil terdengar berhenti. Tak lama kemudian, pintu terbuka dan seorang pria tinggi dengan kemeja kerja warna navy serta dasi yang sudah agak longgar masuk. Itu Darius—putra bungsu Oma Widya. Wajahnya sedikit lelah setelah seharian berkutat di kantor, namun sorot matanya tetap tajam. Begitu melangkah masuk, langkah Darius terhenti. Pandangannya langsung menangkap sosok yang sama sekali tidak ia duga akan ada di sana. Yanna. Wanita itu sedang duduk di sofa ruang tengah, mengenakan blus putih sederhana denga

