"Dia masih ngga tega cerain adik lo. Karna ayah gue ngasih syarat. Syaratnya ya dia harus sama gue." Hati Ayna seketika mencelos mendengar itu. Tunggu, tunggu! Percakapan model apa itu?! "Ngaco! Lau, lo sadar habis bicara apa?" "I don't care, Allysa! Tapi kita liat aja sejauh mana Varrel bisa menolak bantuan ayah gue. Karna gue tahu persis sedarurat apa kondisi perusahaan dia. Kalau ngga cerai, gue siap kok jadi yang kedua." Susah payah Ayna menelan salivanya mendengar kata demi kata yang Laura katakan. Dari nada bicara saja sangat kelihatan kalau wanita itu mempunyai misi tersendiri. Lebih dari itu, Laura terlihat sangat obsesif dengan Varrel. Soal kondisi perusahaan Ayna memang tahu, tapi soal bantuan ayah Laura ... suaminya tidak cerita apapun. Tadi apa katanya? Siap jadi yang kedu

