Sambungan telepon terputus secara sepihak. Sang lawan bicara seolah tidak memberi kesempatan bagi Varrel bertanya lebih lanjut. Dimasukannya ponsel yang sudah mati itu ke dalam saku, tak lupa dia mematikan laptop serta merapihkan berkas dokumen yang berserakan di atas meja. Sepuluh menit yang lalu dia baru saja selesai rapat dengan jajaran petinggi di perusahaannya. Saat ini semuanya sedang bekerja ekstra untuk menstabilkan perusahaan. Setelah semua selesai pria itu bergegas ke luar ruangan menuju lift. Sambil menunggu lift terbuka Varrel mengirim satu pesan kepada Salwa. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda balasan dari wanita itu. "Bapak mau ke mana?" Pertanyaan itu membuat Varrel menoleh. Di sampingnya kini Devan tengah berdiri menatapnya bingung. "Saya harus pergi, istri saya di ru

