"Jadi ini rumah kita nanti. Ada aku, kamu, dan anak kita. Mungkin ngga terlalu besar, tapi kayaknya pas untuk keluarga kecil kita." "Kurang besar apa? Yang ada kebesaran! Kita cuma berdua loh. Sekalipun anak kita lahir, cuma nambah satu personil. Ck! Ada-ada aja otak kamu." Mendengar sahutan itu Varrel terkekeh. Diajaknya masuk wanita itu untuk melihat isi dalam rumah. Rumah berlantai dua yang sedang mereka pijak memang kosong tanpa penghuni. Tapi setiap harinya Varrel mengutus orang untuk bersih-bersih agar terawat. Alhasil rumah kosong itu tidak terlihat horor atau terasa aneh saat dimasuki. Dua tahun lalu Varrel ingin pindah ke sini, tapi lagi-lagi terhalang restu Salwa. Wanita itu sempat bilang, kalau mau pindah harus punya istri. Tepat di dalam rumah Ayna berdecak kagum. Bukan lagi

