.... Cinta yang beracun itu menang atas dendamnya. Tanpa berpikir panjang, Aurora berlari keluar dari persembunyiannya. Ia berdiri di puncak tangga, mengangkat pistol kecilnya, dan menembak lampu kristal besar di tengah ruangan. PRANG! Lampu kristal itu jatuh, menciptakan ledakan kaca dan kegelapan sesaat. Gangguan itu memberi Aditya waktu satu detik yang berharga untuk berguling dan menghabisi dua musuh di depannya. Aditya menoleh ke atas, menatap Aurora dengan tatapan tak percaya di tengah asap mesiu. Di sana, di atas tangga rumah yang merupakan replika penjara mereka, Aurora berdiri sebagai sosok yang baru: bukan lagi korban, melainkan pelindung dari monster yang ia cintai. *** Ledakan lampu kristal itu masih menyisakan dengung panjang di telinga Aurora. Ruang tamu yang megah itu

