Bab 37

1226 Kata

Bab 37: Nafas di Antara Garis Cakrawala Deru mesin kapal pesiar itu kini berubah menjadi dengung rendah yang konstan, membelah ombak Laut China Selatan yang gelap dan tenang. Di dalam kabin utama yang mewah, cahaya lampu temaram menciptakan atmosfer yang kontras dengan kekacauan berdarah di lereng Bogor beberapa jam lalu. Aurora sedang berlutut di atas lantai kabin, tangannya dengan telaten membalut luka di lengan atas Aditya. Bau antiseptik bercampur dengan aroma laut yang masuk melalui ventilasi. Setiap kali jemari Aurora menyentuh kulit Aditya, ia bisa merasakan otot pria itu menegang—bukan karena sakit, tapi karena respons terhadap sentuhannya yang kini tidak lagi menyimpan penolakan. "Sudah selesai," bisik Aurora, merapikan simpul perban terakhir. Aditya menatap lengannya sejenak,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN