Hari itu di sekolah toddler, suasana sore begitu hidup. Anak-anak bermain di halaman sekolah yang luas, penuh warna-warni mainan dan alat permainan. Valentina berjalan dengan langkah kecilnya, membawa bekal makan siang dari Mommy Kiara. Wajahnya ceria, tapi matanya tajam mengamati beberapa anak lain yang sedang duduk di bawah pohon sambil makan cemilan. Tiba-tiba, seorang anak laki-laki yang duduk di dekat meja piknik meraih kotak bekal Valentina, seolah-olah tidak ada orang yang menatapnya. Valentina, yang sudah terbiasa tegas, langsung menarik kotaknya kembali. “Hey! Itu makanan Valen!” teriak Valentina dengan suara lantang, membuat anak-anak di sekitarnya menoleh. Anak laki-laki itu tersenyum sinis, mencoba menarik lagi kotak bekal Valentina. “Aku mau itu, Valen. Bagiku juga!” Valen

