Bab 214

975 Kata

Setelah demam Valentina mereda perlahan, suasana mansion kembali dipenuhi kehangatan. Walau tubuh kecilnya masih terasa agak lelah, sorot matanya sudah kembali ceria. Kiara duduk di samping ranjang sambil memegang gelas air hangat. Albert berdiri menatap putrinya, memastikan setiap gerakan Valentina tetap nyaman dan tidak memaksakan diri. Valentina melirik kuas yang sejak semalam ia beli di mall. Kuas-kuas itu tergeletak di meja samping tempat tidur, tersusun rapi dalam kotak kayu kecil. Ada berbagai ukuran, dari yang halus seperti untuk detail wajah hingga yang besar untuk membuat garis tebal. Wajah Valentina berseri, walau pipinya masih sedikit merah karena efek panas tubuh. “Daddy…” gumamnya dengan suara renyah lemah, “Valen mau mewarnai…” Albert mendekat pelan, membelai punggung put

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN