Kekakuan di Balik Alibi.

1144 Kata

​Rasa bersalah adalah beban yang paling berat bagi seorang idealis. Axel Ludwig meninggalkan apartemen Luna dengan beban itu, meyakini bahwa ia telah menuduh sahabat yang dicintainya, yang sedang berjuang keras demi skripsinya, melakukan pengkhianatan yang mengerikan. Alibi Luna tentang "riset eksklusif" dan "pelukan terima kasih" yang diperkuat oleh air mata dan tantangannya, telah melumpuhkan Axel. Namun, pelumpuhan itu tidak berlangsung lama. ​Begitu ia menjauh dari pintu Luna, pikiran Axel mulai berputar kembali. Pelukan terima kasih? Sehangat itukah hubungan profesional antara seorang CEO yang dingin dan mahasiswi riset? Ciuman di pipi posesif? Itu bukan gesture terima kasih yang ia kenal. ​Kecurigaan itu, yang sempat diredam oleh rasa bersalah, kini bangkit kembali, lebih tajam dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN