Perjalanan menuju pantai dimulai sejak Sabtu pagi, saat kota masih setengah mengantuk dan langit belum sepenuhnya biru. Van yang mereka tumpangi melaju stabil, membawa tujuh orang dengan suasana yang terasa ringan dan menyenangkan. Agenda ini terlalu mendadak untuk direncanakan dengan rapi. Semua berawal dari satu pesan singkat Kairav di grup w******p malam sebelumnya. Tidak panjang, tidak dramatis. Hanya ajakan sederhana untuk pergi sebentar, menghilang sejenak sebelum Senin memanggil mereka kembali ke dunia kampus. Anehnya, tak satu pun menolak. Sebenarnya, Kairav juga mengajak Fano dan Sena, dua teman sekelasnys namun mereka tidak bisa ikut rombongan karena masih ada yang musti di kerjakan sehingga memilih untuk menyusul. Garvi duduk di bangku belakang bersama Baskara, membahas hal

