Setelah membereskan barang-barang di kamar masing-masing, Kairav sudah menyiapkan aktivitas pertama mereka. Sekitar pukul sepuluh pagi, semuanya sudah berkumpul di dermaga. Matahari sudah naik perlahan, cahayanya memantul di permukaan laut yang biru tenang, sementara angin membawa aroma asin yang segar. Di sisi dermaga kecil, beberapa unit jet ski sudah berjejer rapi. Seorang instruktur resort berdiri tak jauh, memberi arahan singkat dengan suara tenang dan profesional. “Untuk para cowok, bisa naik sendiri. Sudah standar. Untuk para cewek akan ditemani guide, ya,” jelasnya sambil menunjuk satu per satu unit. Garvi langsung menyeringai. “Gas. Gue duluan.” Baskara menyusul tanpa banyak komentar, hanya mengencangkan jaket pelampungnya. “Tolong ya, Gar, kali ini lo jangan malu-maluin,” k

