Bab 35. Serangan Mendadak

1709 Kata

Suasana di padang rumput hijau yang luas itu mendadak hening. Julian tidak melepaskan pelukannya, ia justru merengkuh pinggang Milea sedikit lebih erat, membawa tubuh mungil istrinya benar-benar tenggelam dalam dekapan hangatnya. Tatapan Julian yang biasanya setajam elang, kini melunak. Ada binar kejujuran yang tertahan di sana. Ia menatap lekat mata Milea, mencoba menyalurkan debar jantungnya yang sejak tadi berpacu tak keruan. “Lea,” gumam Julian, suaranya rendah dan serak, menggetarkan d**a Milea. “Hmmm...” Milea menyahut tipis, matanya terkunci pada manik mata suaminya. “Ada yang ingin aku katakan,” Julian menjeda kalimatnya. Rahangnya tampak mengeras sejenak, seolah sedang mengumpulkan keberanian yang lebih besar daripada saat ia menghadapi simulasi tempur. “Mungkin aku bukan pr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN