Setelah sesi bersalaman yang cukup formal dengan Komandan di pelaminan, Julian membimbing Milea menuju deretan kursi tamu VVIP yang sedikit lebih tenang di sudut ruangan. Julian menarikkan kursi untuk istrinya dengan gerakan yang sangat gentle sebuah sisi yang hanya ia tunjukkan saat mereka berdua atau dalam situasi santai seperti ini. Begitu duduk, Julian tidak langsung melepaskan tangannya dari sandaran kursi Milea. Ia justru sedikit membungkuk, memastikan kenyamanan istrinya di tengah hiruk-pikuk pesta. "Nyaman tidak? Ketemu orang-orang baru?" tanya Julian. “Aman aja kalau Kapten di sampingku," sahut Milea seraya tertawa kecil, meski canggung ia tak keberatan dengan situasi seperti ini karena ia pun tahu statusnya yang seorang ibu Persit. Pastinya harus sering-sering ada pertemuan se

