Sesaat atau Selamanya?

2234 Kata

Pagi itu, Arunika terbangun perlahan, tubuhnya terasa hangat dan berat dalam cara yang aneh. Matanya belum sepenuhnya terbuka ketika ingatan semalam kembali datang satu per satu dari napas yang bertaut, kulit yang saling bersentuhan, keringat yang membuat segalanya terasa terlalu dekat. Ia memejamkan mata sejenak, menarik napas panjang, merasakan sisa-sisa kelelahan yang masih tertinggal di tubuhnya. Mahadewan… pria itu benar-benar tidak pernah terlihat lelah. Sementara Arunika, bahkan untuk sekadar bergerak pun masih harus mengumpulkan tenaga. Ia akhirnya bangkit, menyadari dirinya masih tanpa pakaian, lalu dengan cepat meraih bathrobe yang tergantung di sisi ranjang. Kain lembut itu melingkupi tubuhnya, memberi sedikit rasa aman. Saat menoleh ke samping, ia mendapati tempat di sebelahny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN