Bab 42 Ibu Mertua Belum Percaya

821 Kata

"Aku membela yang benar, Mah, Amira tidak bersalah." Aku tersenyum pada Dito yang entah kenapa kini terasa sangat berbeda. Setidaknya, aku merasa sangat bahagia. "Mamah tanya, kenapa kamu membela Amira?" "Ini aku punya buktinya kok, Mah." Aku terkejut ketika melihat Dito ternyata punya bukti. Ah, kenapa dia sekarang bagaikan dewa penolongku. Rasanya aku sangat bahagia. Mamah Lia mengambil ponsel milik Dito dan melihat sebuah rekaman. Aku yakin itu adalah CCTV yang ada di ruangan Dito. "Papahmu memang benar, dia wanita yang begitu sangat licik." Aku hanya bisa bernapas lega karena Mamah Lia percaya padaku. Polisa memang wanita licik dan hanya menginginkan harta dari Dito. "Dia melakukannya karena mungkin saja dia cemburu pada Amira. Aku memakluminya." Entah kenapa aku jadi merasa s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN