Kalimat pria itu membuat mereka saling pandang dan mngedipkan matanya. “Tenang Nyonya. Menghadapi orang seperti ini kita tak perlu panik, aku akan memanggil dokter Sam segera ke kamar ini, agar dokter Sammy mmebawa Nyonya ke ruang operasi. Mohon kerja sama untuk memperlancar usaha dengan acting sebaik mungkin, Nyonya…” ucap sang dokter dengan santai sembari melakukan kegiatan pengecekan seperti menyenter mata Sonya dan melihat rongga mulutnya. “Bagaimana kondisinya? Mengapa kau memeriksa menggunakan manual, tidak adakah peralatan yang lebih canggih di rumah sakit ini? Aku akan menghubungi owner rumah sakit, jika kalian tidak mampu memberikan pelayanan terbaik!” gertak Matthew kesal melihat Sonya di permainkan seperti itu oleh dokter. Sontak dokter jaga itu mendongakkan kepala, lalu meno

