Arman tampak sibuk menyesuaikan posisi Davin di gendongannya sambil berjalan beriringan dengan Alin menuju ruang pemeriksaan di rumah sakit. Suasana pagi itu terasa tenang, meski Arman sesekali mencuri pandang ke arah Alin, memastikan istrinya baik-baik saja. Alin tersenyum kecil melihat suaminya yang terlihat lebih perhatian dari sebelumnya. “Davin berat nggak?” tanya Alin pelan sambil menatap mereka. “Nggak kok,” jawab Arman dengan senyum. “Dia makin berat berarti sehat, kan?” ujarnya sambil mengusap kepala kecil Davin yang asyik memainkan kerah bajunya. Mereka tiba di ruang pemeriksaan. Setelah Alin mengonfirmasi jadwal dengan resepsionis, mereka diminta menunggu sebentar. Davin yang semakin penasaran mulai menunjuk-nunjuk berbagai hal di ruangan itu, membuat Alin terkekeh. “Dia ud

