Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela, menerangi ruang makan. Namun, suasana di dalam rumah jauh dari hangat. Ketegangan dari malam sebelumnya masih terasa, membuat udara di antara mereka terasa berat. Lisa duduk di meja makan, memandangi secangkir kopi yang hampir dingin. Matanya melirik ke arah dapur, di mana Barry sibuk mengambil makanan dari lemari es. Tidak ada sapaan, tidak ada percakapan. Barry bahkan tidak melirik ke arahnya, seolah-olah ia tidak ada di ruangan yang sama. “Barry,” panggil Lisa akhirnya, mencoba memecah keheningan. Namun, Barry tidak menjawab. Ia hanya terus menyiapkan sarapan untuk dirinya sendiri, tidak sedikit pun memperlihatkan niat untuk menanggapi Lisa. “Barry, kita harus bicara,” ucap Lisa, suaranya mulai meninggi karena kesal. Barry akhirnya menol

