Karena perbincangannya dengan Lisa, Alin memutuskan untuk menemui Barry di kantornya. Ia sudah berdiri di depan pintu kantor Barry dengan napas berat. Dia bilang akan pergi jalan-jalan sebentar ketika Arman menanyakan keadaannya. “Kamu dimana, Sayang?” Alin membaca pesan dari Arman. Alin tertegun sejenak. Tidak mungkin jika dia memberitahu Arman tentang rencananya ini. Cepat dia membalas pesan itu supaya Arman tidak meneleponnya. “Hanya jalan-jalan sebentar, aku ingin beli es krim dulu,” balas Alin dengan nafas sesak, merasa bersalah karena harus berbohong. Alin tahu jika yang dilakukannya bukan semata ingin menemui Barry tanpa alasan, dia ingin menanyakan dan mendesak lelaki itu untuk segera menandatangani surat cerai mereka. Dia hanya ingin tenang, bukan hanya sekedar mengumbar emosi

