Melihat pemandangan itu, Yoana mengernyitkan dahi. Perasaan bingung dan curiga langsung muncul. “Apa yang sedang kamu lakukan!” teriak Yoana mengejutkan semua. Setelah beberapa saat, Davin akhirnya tertidur di pelukan Alin. Rina, babysitter yang bekerja membantu mereka, muncul dan dengan hati-hati membawa Davin ke kamar bayi. Kini, hanya tinggal Yoana, Alin, dan Arman di ruang tamu. Yoana memandang mereka berdua dengan tatapan tajam. “Jadi, apa aku boleh tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini?” Alin merasa gugup, namun sebelum ia sempat menjawab, Arman memotong. “Kami tinggal bersama, Tante,” jawabnya jujur. Yoana menatap Arman dengan ekspresi tercengang. “Tinggal bersama? Kenapa? Bukankah kamu masih punya istri? Atau kamu juga sudah bercerai dengan Lisa?” Arman mengangguk pelan. “

