“Nggak usah, kamu pasti capek berdiri kayak gini!” kata Arman ketika melihat Alin meraih pisau untuk mengiris bumbu mentah. Alin hendak protes ketika Arman mengambil alih pisau itu dari tangannya, tapi kemudian tersenyum geli melihat lelaki itu mengangkat tangan melarangnya untuk protes. “Jangan membantah. Aku ngeri melihat kamu pegang benda tajam begini!” ujar Arman. Alin tertawa karenanya, semakin tergelak ketika Arman meletakkan keranjang kecil berisi anggur merah di pangkuannya. “Nih, tugas kamu hanya duduk manis dan ngemil!” katanya. “Baik, baik! Aku nurut saja, deh, daripada kena marah terus!” sahut Alin seraya duduk di pinggiran meja. Arman ternganga kaget dan merasa ngeri ketika Alin melompat dan duduk di atas meja dapur. “Astaga, Alin!” serunya antara gemas dan kaget karen

