Arman Yang Menghibur.

1111 Kata

Arman dan Alin pulang ke apartemen dengan ceria, keduanya tak berhenti bercanda dan tertawa berdua. Seolah melupakan semua duka yang sudah mereka alami bersama. “Yakin mau pulang saja? Mumpung kita masih di mobil, lho!” ujar Arman ketika mobilnya baru saja memasuki area parkiran di bawah gedung apartemen itu. Alin tertawa kecil. “Sudah dari sore tadi kita main dan perutku sudah kenyang dengan berbagai jajanan–” “Kenyang? Bukannya sejak tadi aku yang menghabiskan semua makanan itu!” timpal Arman menyela, yang sontak saja membuat Alin terbahak karenanya. “Berarti kamu yang kenyang, ya, oke!” kekehnya. Arman tersenyum, menatap Alin yang sejak tadi tertawa lepas dan terlihat ceria. Dia merasa lega karenanya, setidaknya wanita itu sudah bisa mengabaikan semua kericuhan yang sudah membuat k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN