Barry dan Lisa sampai di rumah dengan suasana tegang. Barry yang masih mabuk melepaskan sepatu dengan kasar dan langsung berjalan ke ruang tamu. Lisa mengikuti di belakangnya, mencoba menahan amarah yang mulai membuncah. “Barry!” seru Lisa dengan nada penuh frustrasi. “Apa yang tadi kamu lakukan? Kamu benar-benar mempermalukan dirimu sendiri dan aku!” Barry hanya menepis tangan Lisa yang mencoba meraih lengannya. Ia menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan wajah kesal, tangannya memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. “Kamu nggak lihat apa yang mereka lakukan? Alin dan Arman! Mereka kelihatan seperti pasangan bahagia, Lisa. Mereka jelas-jelas menjalin hubungan di belakang kita!” ucap Barry dengan nada tinggi, emosinya kembali memuncak. Lisa melipat tangan di dadanya dan menatap Barry taja

