Keesokkan paginya, Kiara yang sudah bangun menghela nafas panjangnya, dia sempat meneteskan air matanya sebentar namun lalu dihapus olehnya. Dia sudah benar-benar kehilangan ibunya dan harus merelakannya. Dia keluar dari kamar ibunya dan bertemu dengan bibinya. "Kenapa kau keluar dari kamar itu?" Tanyanya. "Semalam aku tidur di sana, aku tidak tega melihat bosku tidur di kursi. Pasti sangat tidak nyaman." Ucap Kiara yang akhirnya dimengerti oleh bibinya. "Kalau begitu mandilah bergantian lalu sarapan." "Iya, Bi." Kiara masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil bajunya, di sana ternyata Luca sudah terbangun dan membuat Kiara sempat terkejut. "Maaf, aku pikir kau belum bangun." Ucap Kiara karena dia masuk begitu saja di sana, "Tidak apa. Ini kamarmu. Kau berhak masuk kapan saja di dala

