Saya Jatuh Cinta Sama Kamu

2209 Kata

Salsa berdiri cukup lama di depan pintu kamar. Tangannya memegang kenop pintu yang terasa dingin di telapak tangannya. Dia sudah menghabiskan dua lembar roti gandum dan segelas besar air es di dapur, tapi jantungnya masih saja berdebar dengan ritme yang tidak karuan. Dia menarik napas panjang, mengumpulkan sisa keberanian yang dia miliki malam ini, lalu menekan kenop pintu ke bawah secara perlahan. Pintu terbuka tanpa suara. Udara sejuk dari pendingin ruangan langsung menyapu wajahnya. Mata Salsa refleks mencari sosok suaminya di dalam ruangan yang agak redup tersebut. Elang ternyata sudah pindah posisi dari pinggiran kasur. Pria itu kini duduk bersandar nyaman di kepala ranjang. Kakinya menjulur lurus ke depan, tertutup selimut tebal sebatas pinggang. Dia sudah memakai kacamat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN