Salsa mematung. Badannya kaku dan pikirannya mendadak kosong. Kata terakhir dari Elang tadi terus terngiang di telinganya. Saya jatuh cinta sama kamu. Kalimat sederhana itu membuat Salsa sadar sepenuhnya. Jantungnya berdebar sangat kencang sampai dia takut Elang mendengarnya langsung. Salsa menatap lurus ke mata hitam Elang. Jarak mereka sangat dekat. Dia mencari kebohongan, candaan, atau sekadar akal-akalan Elang untuk tidur dengannya malam ini. Tapi Salsa tidak menemukan itu semua. Tatapan Elang terlihat sangat sungguh-sungguh. Rahang pria itu mengeras, namun pelukannya di pinggang Salsa justru makin erat. Pria yang selalu mengandalkan logika ini baru saja menyatakan cinta padanya. Tapi Elang sama sekali tidak memberi waktu bagi Salsa untuk berpikir lebih lama. Pria itu sudah memb

