Sejak malam itu, Mark mulai bergerak dalam diam. Tidak ada perubahan mencolok dalam sikapnya, tidak ada raut wajah mencurigakan, tidak pula bisikan telepon yang sengaja ia perlihatkan. Semuanya ia lakukan dengan rapi, tenang, dan penuh perhitungan. Jika Giana tahu betul sifat suaminya, Mark adalah tipe pria yang ketika merencanakan sesuatu, ia akan memastikan segalanya berjalan sempurna tanpa cela. Pagi-pagi di Seoul, Giana terbangun lebih dulu. Ia membuka mata perlahan, merasakan kehangatan lengan Mark yang masih melingkar di pinggangnya. Wajah itu terlihat begitu damai saat terlelap, jauh dari kesan dingin dan tegas yang biasa ia tunjukkan di luar. Giana menatapnya lama, lalu tersenyum kecil. Ada rasa syukur yang mengalir pelan di dadanya. Ia bangkit hati-hati agar tidak membangunkan M

