Bramantyo menarik napas panjang. Kebenciannya pada Alaric yang telah menyembunyikan kebenaran tentang Sera membuat kewaspadaannya sedikit menurun terhadap kelicikan Bianca. "Dia sampai melakukan itu padamu? Padahal kamu mantan istrinya?" "Dia tidak punya hati, Bram. Dia berubah menjadi monster sejak Sera pergi. Dia mengancam akan menghancurkan keluarga Dirgantara juga jika kamu terus mencampuri urusannya. Aku mencoba menghentikannya, aku mencoba membela kamu dan Sera, tapi dia malah menyerangku secara finansial dan mental," Bianca berbohong dengan sangat rapi. Ia tahu Bramantyo sangat protektif terhadap martabat keluarganya. "Tolong aku, Bram. Aku tidak tahu harus ke mana lagi. Hanya kamu yang bisa menghadapi Alaric." Kebohongan itu meluncur begitu mulus. Bianca sedang menawarkan dirinya

