London yang Dingin

1011 Kata

​Ia berdiri mematung sejenak di depan jendela kaca raksasanya, menatap lurus ke arah cakrawala Jakarta yang mulai diselimuti polusi pagi. Sosoknya yang jangkung dan atletis tampak seperti patung es yang indah namun memancarkan aura kematian bagi siapa pun yang mencoba mendekat. Ia adalah The Frozen Statue, sebuah simbol keteguhan yang lahir dari keputusasaan yang paling dalam. Alaric merasa siap untuk menghadapi dunia tanpa perlu merasa terganggu oleh nurani. Ia siap menelan perusahaan-perusahaan yang menghalangi jalannya, ia siap menghancurkan reputasi siapa pun yang berani menantangnya, dan ia siap hidup dalam kesunyian yang abadi jika itu adalah harga yang harus dibayar untuk menjadi tak tersentuh. ​"Selesai," bisiknya pada diri sendiri. Suaranya datar, tanpa intonasi, mirip dengan emb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN