Sang Penjaga Rahasia.

1271 Kata

Wanita tua itu tidak banyak bertanya. Dengan ketenangan yang hanya dimiliki oleh mereka yang sudah makan asam garam kehidupan, Mrs. Hudson duduk di tepi ranjang dan menarik Sera ke dalam pelukannya. Ia membiarkan kepala Sera bersandar di bahunya, membiarkan gadis muda itu membasahi kardigan wolnya dengan air mata keputusasaan. Mrs. Hudson terus mengusap punggung Sera dengan gerakan ritmis, memberikan kehangatan yang selama ini Sera rindukan namun tidak pernah ia dapatkan sejak meninggalkan Jakarta. Tidak ada penghakiman dalam sentuhan itu, hanya ada empati yang tulus yang membuat Sera merasa tidak perlu lagi berpura-pura menjadi wanita kuat yang mandiri. Cukup lama mereka dalam posisi itu, hingga tangisan Sera mereda menjadi sesenggukan kecil yang melelahkan. Mrs. Hudson dengan telaten me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN