Jamuan di Atas Bara.

1165 Kata

​Lampu gantung kristal di ruang makan kediaman utama keluarga Dirgantara berpendar dengan cahaya keemasan yang hangat, namun bagi Alaric Valerius, cahaya itu terasa seperti lampu interogasi yang menelanjangi setiap inci kebohongannya. Ruangan itu adalah monumen kemakmuran; dinding-dindingnya dihiasi lukisan klasik, dan meja makan panjang dari kayu ek berukir itu dilapisi linen putih terbaik. Aroma hidangan Prancis yang mewah—perpaduan antara truffle, daging panggang premium yang dimasak medium-rare, dan anggur merah tahun lama—memenuhi udara, menciptakan atmosfer yang seharusnya menenangkan. Namun malam ini, oksigen di ruangan itu seolah menghilang, digantikan oleh gas yang mudah meledak. ​Alaric duduk tegak, nyaris kaku, di kursi kehormatannya. Di sebelah kirinya duduk Bramantyo Dirganta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN