(++) Ketegangan di Bawah Pengawasan.

1377 Kata

​Malam di kediaman Dirgantara merayap dengan keheningan yang menyesakkan, seolah-olah setiap dinding betonnya memiliki telinga yang siap menangkap setiap bisikan khianat. Alaric duduk di balik meja kerja jati milik Bramantyo, menatap tumpukan berkas audit yang tak satu pun mampu ia cerna. Pikirannya masih kacau setelah rentetan peristiwa hari ini—dari pertempuran ranjang yang dipaksakan dengan Bianca, hingga tindakan kasarnya menepis tangan Seraphina di ruang tamu tadi pagi. Alaric merasa seperti pemain sirkus yang sedang menari di atas kawat berduri; satu gerakan ceroboh akan membuatnya jatuh ke dalam jurang kehancuran yang telah digali oleh Bramantyo dan Bianca. ​Bramantyo baru saja pamit untuk membersihkan diri setelah diskusi bisnis yang panjang dan melelahkan. "Tunggu di sini sebenta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN