Jarak yang Dipaksakan

1672 Kata

​Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden sutra di apartemen Bianca terasa seperti sembilu yang menyayat mata Alaric. Ia terbangun dengan rasa mual yang bukan berasal dari alkohol, melainkan dari sisa-sisa aroma tubuh wanita di sampingnya yang kini terasa seperti racun. Di atas ranjang luas itu, Bianca menggeliat, kulitnya yang putih pucat kontras dengan sprei hitam yang berantakan—saksi bisu dari pergulatan gairah yang didorong oleh ancaman, bukan cinta. Alaric segera bangkit, mengabaikan rasa lelah yang menggelayuti tulang-tulangnya, dan mulai memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai marmer yang dingin. Setiap gerakan yang ia lakukan terasa mekanis, sebuah upaya untuk segera menghapus jejak malam yang paling menghinakan dalam hidupnya. ​"Kamu mau ke mana sepag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN