Alaric berjalan menuju lift dengan Saskia di sampingnya, namun pikirannya tertinggal di meja marmer itu. Ia bisa merasakan detak jantungnya yang tidak beraturan di balik jas custom-nya. "Aku harus menyelesaikan ini," bisiknya dalam hati, meskipun ia tahu bahwa satu-satunya cara untuk "menyelesaikan" ini adalah dengan menyerahkan dirinya sepenuhnya pada kegilaan yang ditawarkan oleh Seraphina. Udara di dalam lift yang meluncur turun dari lantai tujuh puluh dua terasa begitu menyesakkan, seolah-olah tekanan atmosfer di dalamnya sengaja dirancang untuk menghancurkan paru-paru Alaric Valerius. Di sampingnya, Saskia berdiri dengan kekakuan yang menyerupai patung lilin. Aroma parfum mawar milik wanita itu, yang semula ia harapkan bisa menjadi penawar, kini justru terasa seperti bau kematian ba

