Tatapan Rahasia.

1242 Kata

​Suasana di dalam rumah mewah keluarga Dirgantara malam itu terasa begitu mencekam bagi Seraphina, meski di permukaan segala sesuatunya tampak sangat normal dan beradab. Sesi makan malam yang baru saja berlalu terasa seperti siksaan yang berkepanjangan bagi Sera. Duduk di satu meja dengan ayah kandungnya dan pria yang telah merampas habis kedaulatan tubuhnya sore tadi adalah bentuk hukuman mental yang tak terperikan. Selama makan malam, Sera hanya sanggup menunduk, memainkan sendoknya di atas piring porselen mahal, sementara telinganya terus-menerus menangkap tawa akrab ayahnya, Bramantyo, yang sedang memuji setinggi langit segala kebaikan Alaric. Alaric sendiri tampil dengan topeng kesantunan yang sangat sempurna, sesekali melempar tatapan teduh seolah ia benar-benar seorang paman atau wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN