Bukti yang Terkumpul.

1012 Kata

​Malam di Jakarta tidak pernah benar-benar sunyi, namun di dalam unit griya tawang milik Bianca yang remang-remang, kesunyian itu terasa mencekam dan sarat akan racun. Wanita itu berdiri mematung di dekat jendela kaca raksasa, menatap lampu-lampu kota yang berkelap-kelip seperti berlian yang ditaburkan di atas beludru hitam. Namun, keindahan itu sama sekali tidak menyentuh hatinya. Di tangannya, sebuah tablet pintar menyala terang, menampilkan rentetan pesan dan lampiran data yang baru saja dikirimkan oleh 'V', detektif swasta yang ia sewa dengan harga selangit. Setiap baris kalimat yang ia baca membuat rahangnya mengeras, dan setiap foto yang muncul di layar membuat dadanya sesak oleh amarah yang membara. ​Laporan terbaru itu adalah sebuah tamparan keras bagi harga diri Bianca. Setelah k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN