Udara di koridor gedung fakultas ekonomi yang tadinya terasa sejuk oleh embusan pendingin ruangan sentral mendadak berubah menjadi stagnan dan panas saat Alaric mempererat cengkeramannya pada lengan Seraphina. Langkah kaki Alaric yang berat dan berwibawa bergema di lantai marmer, menciptakan irama predator yang sedang menggiring mangsanya ke sudut yang tak terlihat. Sera mencoba menyeimbangkan langkahnya dengan sepatu hak tingginya, jantungnya berdegup kencang hingga terasa menyakitkan di balik tulang rusuknya. Ia bisa merasakan aura kemarahan yang tertahan namun pekat menguar dari tubuh tegap pria di sampingnya. Setelan jas abu-abu arang yang dikenakan Alaric tampak sangat kontras dengan keremangan lorong yang menuju ke arah sayap gedung yang jarang dilalui mahasiswa pada jam-jam kuliah

