Udara dingin dari pendingin ruangan di dalam sedan mewah yang terparkir di sudut paling gelap basement kampus itu tidak mampu mendinginkan gejolak panas yang masih tertinggal di antara Alaric dan Seraphina. Alaric tidak langsung menjalankan mobilnya keluar dari area kampus. Ia membiarkan mesin tetap menyala, suaranya yang halus nyaris tak terdengar, namun atmosfer di dalam kabin kedap suara itu terasa sangat menekan. Alaric duduk bersandar di kursi kemudi, sementara matanya yang tajam menatap ke luar jendela yang dilapisi film gelap. Di kejauhan, di antara pilar-pilar beton yang kusam, ia bisa melihat sosok Kaivan yang berdiri mematung. Pemuda itu tampak hancur, wajahnya pucat, dan matanya tertuju pada mobil Alaric dengan tatapan penuh keputusasaan—namun ia tidak berani mendekat. Kaivan t

