Nama yang Retak.

938 Kata

​Kegelapan di dalam kamar utama apartemen Seraphina kini bukan lagi sekadar ketiadaan cahaya, melainkan sebuah ruang hampa yang dipenuhi oleh gravitasi dosa yang sangat berat. Alaric merasa seolah-olah seluruh oksigen di bawah selimut itu telah berubah menjadi api yang membakar paru-parunya. Di lehernya, ia masih bisa merasakan sisa kehangatan bibir Sera yang baru saja mendaratkan ciuman-ciuman provokatif, sebuah jejak yang terasa lebih panas daripada demam yang sedang mereka lawan. Jantung Alaric berdentum dengan ritme yang tidak lagi sinkron dengan logika; detaknya liar, menuntut, dan penuh dengan dorongan primitif yang selama empat puluh tahun hidupnya berhasil ia jinakkan dengan sempurna di bawah setelan jas mewahnya. ​Namun sekarang, tanpa sehelai benang pun yang menghalangi kulit me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN