(++) Air Mata dan Gairah.

1096 Kata

​Kamar itu kini bukan lagi sekadar ruang mewah di puncak gedung pencakar langit; tempat itu telah bertransformasi menjadi sebuah kawah emosi yang meluap-luap, sebuah mikrokosmos di mana rasa sakit yang tajam dan gairah primitif saling bertarung dalam keheningan yang menyesakkan dan sakral. Di luar sana, langit Jakarta seolah-olah ikut memuntahkan seluruh dukanya; hujan turun lebih deras dari sebelumnya, menghantam kaca jendela dengan suara menderu yang meredam segala bentuk rintihan manusia di dalamnya. Alaric Valerius masih terdiam membeku, terkunci di dalam kedaulatan Seraphina yang paling rahasia, merasakan bagaimana raga mungil di bawahnya bergetar hebat karena kejutan fisik yang baru saja dialaminya. ​Alaric bisa merasakan setiap kedutan otot Sera yang berusaha beradaptasi dengan keh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN