Cahaya biru pucat musim dingin yang sisa-sisanya masih enggan beranjak dari London merayap perlahan menembus kaca jendela flat di Richmond. Udara di dalam ruangan itu terasa hangat, kontras dengan kristal-kristal es yang mulai membeku di sudut-sudut bingkai jendela kayu yang tua. Seraphina Dirgantara berdiri mematung di depan jendela, tubuhnya terbalut jubah rajut tebal berwarna abu-abu yang menenggelamkan sosoknya yang kini tampak lebih dewasa. Di dalam dekapannya, terbungkus selimut wol kasmir yang lembut, Kendrick—atau Ken kecil—sedang menggeliat pelan. Bayi itu baru berusia beberapa minggu, namun matanya yang tajam dan fokus sudah mulai menjelajahi dunia kecil di sekelilingnya dengan rasa ingin tahu yang tenang, sebuah ketenangan yang terkadang membuat Sera merinding karena begitu men

