Hening yang menyelimuti apartemen mewah di lantai teratas itu terasa begitu berat, seolah oksigen di dalamnya telah habis terbakar oleh api obsesi yang menyala sepanjang malam. Cahaya lampu halogen yang sebelumnya terasa menyilaukan, kini tampak temaram di mata Seraphina yang sudah sangat lelah. Ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk sekadar menegakkan punggungnya yang pegal. Setelah ritual penandaan yang menyakitkan di paha dalam dan di bawah dadanya, Alaric akhirnya mengangkat tubuh mungil itu dari atas meja rias marmer yang dingin. Dalam satu gerakan yang tampak protektif namun tetap sarat akan d******i, Alaric membawa Sera menuju ranjang utama berukuran king size yang berada di tengah kamar yang luas. Langkah kaki Alaric yang berat di atas lantai kayu terdengar seperti dentuman takdir

