Penantian di Balik Kamar Mandi.

974 Kata

Kamar mandi motel itu mendadak menyempit, seolah dinding-dinding berkerak di sekelilingnya bergerak merapat untuk menghimpit napas Sera. Bau pengap dari ubin yang retak beradu dengan aroma tajam cairan pembersih murahan, menciptakan udara yang berat untuk dihirup. Cahaya lampu bohlam kuning di langit-langit berkedip-kedip tidak stabil, melemparkan bayangan yang menari-nari secara ganjil di atas wastafel yang berkarat. Suasana sunyi yang mencekam membuat bulu kuduknya berdiri, mengubah ruangan kecil itu menjadi bilik penghakiman yang dingin. Sera duduk mematung di atas tutup kloset yang tertutup rapat. Kedua tangannya mencengkeram beberapa alat plastik berbentuk persegi panjang yang baru saja ia beli dengan sisa tenaga yang ada. Jemarinya yang pucat tampak kontras dengan warna putih alat-a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN