Dunia seolah berhenti berputar tepat di titik nadir saat mata Seraphina menangkap bayangan di atas meja kayu yang rapuh itu. Cahaya lampu bohlam yang berkedip-kedip seolah memberi sorot panggung pada tiga alat tes kehamilan dari merek yang berbeda. Namun, ketiganya memberikan jawaban yang sama—sebuah vonis yang begitu tegas, dingin, dan tidak terbantahkan. Dua garis merah. Warna merah darah yang sangat jelas, menatapnya balik dengan keberanian yang mengerikan, menandakan bahwa ada kehidupan baru yang mulai berdenyut dan berakar di dalam rahimnya. Sera merasakan seluruh kekuatannya menguap seketika, seolah-olah sumbat di nadinya baru saja ditarik paksa. Kedua lututnya mendadak lemas, tak lagi sanggup menopang berat tubuhnya yang sebenarnya sudah semakin kurus dan rapuh. Ia jatuh terduduk d

