Rasa Cemas yang Muncul.

1193 Kata

​Malam di Jakarta merayap sunyi di luar dinding kaca kantor eksekutif Valerius Group yang menjulang tinggi di pusat distrik bisnis. Di dalam ruangan luas yang biasanya menjadi tempat lahirnya keputusan-keputusan ekonomi makro yang dingin itu, udara masih terasa berat, sisa-sisa badai emosional dan fisik yang baru saja reda antara Alaric dan Seraphina. Alaric Valerius berdiri di balik meja kerjanya yang masif, tangannya yang sedikit gemetar mencoba merapikan kemeja putihnya yang telah kehilangan kerapian khas seorang CEO. Di depannya, Seraphina berdiri dengan anggun di depan cermin besar berbingkai perak, memoles kembali lipstiknya dengan ketenangan yang menakutkan, seolah-olah ia tidak baru saja melepaskan ancaman bunuh diri yang ekstrem dan melakukan tindakan yang akan menghancurkan reput

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN